Langsung ke konten

Arsip

Model Autoregresif

2 artikel
Kecerdasan Buatan 24 Sep 2026 6 min read

Speculative Decoding Memverifikasi Token Draft Tanpa Mengubah Distribusi Sampling Target

Decoding autoregresif biasanya menetapkan satu token setelah setiap evaluasi model target. Menghasilkan K token membentuk rantai dependensi serial: token t+1 belum dapat di-sampling sebelum token t ditetapkan dan menjadi bagian dari prefix. Speculative decoding mengubah jumlah progres yang dapat diperoleh dari satu pemanggilan model target tanpa menghapus dependensi kausal tersebut. Model draft yang lebih murah terlebih dahulu mengusulkan beberapa token lanjutan. Model target kemudian mengevaluasi posisi kandidat itu bersama-sama. Token dengan probabilitas draft yang kompatibel terhadap distribusi target dapat diterima, sedangkan posisi pertama yang ditolak dikoreksi memakai distribusi residual. Sampel akhir tetap mengikuti distribusi model target ketika prosedur acceptance dan koreksi diterapkan sesuai formulasi algoritmanya.

Kecerdasan Buatan 16 Sep 2026 6 min read

Exposure Bias pada Decoding Autoregresif

Model autoregresif dapat menerima konteks yang lebih bersih saat training dibandingkan saat generation. Dengan teacher forcing, prediksi token berikutnya dikondisikan pada prefix referensi dari urutan training. Saat free-running decoding, model justru dikondisikan pada token yang dihasilkannya sendiri. Setelah sebuah token berbeda dari kelanjutan yang dituju, prediksi berikutnya bekerja pada prefix yang mungkin lebih jarang muncul dalam data training. Ketidakcocokan ini umum disebut exposure bias. Masalahnya bukan sekadar bahwa model autoregresif dapat membuat kesalahan. Intinya adalah distribusi prefix yang diberikan kepada model dapat berubah antara optimisasi dan generation, sementara satu penyimpangan awal dapat mengubah setiap prediksi kondisional sesudahnya.